Rabu, 20 Oktober 2010 0 komentar By: obet

UTS hampir tiba

Setelah melalui serangkaian kegiatan perkuliahan, akhirnya sebentar lagi (27 Oktober 2010) akn diadaka Ujian Tengah Semester bagi saya mahasiswa baru di semester 3 yang juga baru bergabung di Fakultas/Departemen.
Semoga sya bisa melewatinya dengan baik dan hasil yang baik. Walaupun sebenarnya saya masih merasa belum siap. Materi belum terserap dengan baik.Sgala persiapan akan segera saya persiapkan walau saat ini masih ada kesibukan di luar kuliah yang cukup menyita waktu.
yes i can!!!
Minggu, 03 Oktober 2010 0 komentar By: obet

Sifat Fisik Kayu

Sifat fisik kayu berbeda dengan sifat fisika kayu. Sifat kayu lebih berhubungan dengan kesan yang diperoleh oleh panca indra kita saat melihat, meraba, membaui, dan lain sebagainya terhadap kayu.

Sifat fisik yang penting untuk pengenalan kayu secara makroskopis, yaitu:
  1. Warna kayu

    Warna kayu adalah warna asli dari kayu (kayu teras), dan dapat dilihat pada goresan/bidang baru yang belum terkena pengaruh air, sinar matahari dan pengaruh luar lainnya dalam waktu yang lama. Warna asli kayu dapat berubah oleh pengaruh tersebut. Selain kekuatan kayu, keawetannya, gambaran seratnya, warna teras juga merupakan salah satu syarat dalam memilih kayu.
    Kayu Gubal umumnya berwarna muda, seperti: putih, kuning, coklat muda; sedangkan kayu teras umumnya berwarna tua seperti:  coklat, coklat kemerahan, hitam, kuning tua dan lain sebagainya.

  2. Kesan raba

    Kesan  raba adalah kesan perasaan keadaan permukaan kayu apabila kita lakukan perabaan pada permukannnya. Kesan raba kayu dipengaruhi oleh struktur sel, kadar ekstraktif dan kadar air pada kayu. Kesan raba pada kayu bisa halus, sedang atau kasar/kasar sekali. Kadang juga didapat kayu yang memiliki kesan raba licin atau berminyak.

  3. Kilap kayu

    Kilap kayu adalah sifat kayu apabila terkena sinar/cahaya dan kemudian mata kita menerima kesan tertentu, misalnya: mengkilap, agak mengkilap dan suram. Adanya ekstraktif pada kayu dapat menimbulkan kesan mengkilap pada kayu.

Sekilas Tentang Ekowisata


Ini adalah sedikit catatan saya mengenai Ekowisata yang saya dapat dari kuliah Rekreasi Alam dan Ekowisata..Mata kuliah yang seru..walau ada dosen yang galak melebihi sangarnya Polwan..
hehehe
Hal yang paling seru adalah saat praktikum ke lapang..saya bersama teman kelompok pergi berwisata ke salah satu tempat wisata pilihan kami untuk kemudian melakukan pengamatan dan wawancara kepada pengelola wisata dan pengunjung serta masyarakat sekitar..Hal ini bisa menjadi masukan kepada kami untuk meninjau baik dan buruknya dalam area wisata yang akan kita bangun nantinya guna pengembangan pariwisata Indonesia..

Ada beberapa tahapan dalam rekreasi:
  1. Tahap persiapan: hal yang perlu dipersiapkan misalnya biaya dan alokasi waktu  yang diperlukan untuk berekreasi..biasanya rekreasi dilakukan pada waktu senggang..
  2. Tahap perjalanan: sebuah upaya kita untuk mencapai tempat rekreasi, hal yang kita lakukan dalam perjalanan menuju tujuan rekreasi..
  3. Tahap beraktifitas: segala hal yang dilakukan di tempat rekreasi..
  4. Tahap pulang: kembali ke daerah asal..
  5. Tahap relokasi: menceritakan kegiatan rekreasi..
Setiap tahap bisa merupakan produk rekreasi. Harus bisa menjadi sebuah peluang bagi yang menjadi penyedia jasa rekreasi..

Adapun prinsip dasar Ekowisata adalah:
  1. Nature Based: Produk berdasarkan potensi alam.
  2. Ecologically sustainable; pelaksanaan dan manajemen berkelanjutan
  3. Environmentally educative; pendidikan lingkungan bagi pengelola dan pengunjung
  4. Bermanfaat bagi masyarakat lokal.
  5. Memberikan kepuasan bagi wisatawan.
Rabu, 29 September 2010 0 komentar By: obet

Tips Memilih Jenis Sepeda

Pernah kita di bingungkan dengan jenis-jenis sepeda yang beredar dipasaran, pada umumnya sepeda yang kita banyak beredar adalah jenis MTB atau lebih di kenal dengan sepeda gunung dan Road Bike lebih di kenal dengan Sepeda Jalan Raya.
Sepeda Gunung atau MTB masih di bagi beberapa jenis lagi misal Competitve XC, XC Trail, All Mountain, FreeRide/DownHill, Progrsive HT, Recreational XC. Sedangkan untuk Road bike atau sepeda balap juga di bagi berbagi macam jenis lagi seperti Com[etitive road, Endurance, TT (time trial), Fixed Gear(single speed), Fitnes(comutte).
Secara garis besar itulah jenis sepeda yang banyak beredar, akan tetapi banyak vendor melakukan pengembangan khusus dan membuat sepeda sepeda jenis baru seperti cyclocross, dirtjumper, dan masih banyak lagi sepeda modif lainya.
Untuk mengetahui sepeda apa yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan kita ada baiknya kita tahu diskripsi masing-masing jenis sepeda, tips ini berisi diskripsi sepeda secara global sehingga memudahkan anda memilih sepeda.

Sepeda Gunung MTB.
a. Competitive XC :
Sepeda ini biasanya tergolong ringan untuk jenis MTB, merupakan sepeda yang ringan untuk cross country (offroad). Competitive XC biasa di gunakan untuk medan offroad yang tidak terlalu menurun, sangat sesuai untuk yang menyukai kecepatan dan kekuatan dalam menjelajah medan offroads.
b. XC Trail :
Jenis sepeda yang lebih di buat untuk medan offroad yang lumayan ektrim, sepertinya turunan yang agak tajam disertai banyak tikungan, suspensi depan dan belakang biasanya lebih empuk dibandingkan dengan Competitive XC, suspensi depan dan belakang biasanya juga dapat di atur skala keras dan

Mata Kayu

Mata kayu adalah lembaga atau bagian cabang yang berada di dalam kayu. Mata kayu dapat dibedakan atas:

  1. Mata kayu sehat : mata kayu yang tidak busuk, berpenampang keras, tumbuh kukuh dan rapat pada kayu, berwarna sama atau lebih gelap dibandingkan dengan kayu sedkitarnya.
  2. Mata kayu lepas : mata kayu yang tidak tumbuh rapat pada kayu, biasanya pada proses pengerjaan, mata kayu ini akan lepas tidak ada gejala busuk.
  3. Mata kayu busuk : mata kayu yang menunjukkan tanda-tanda pembusukan dan bagian-bagian kayunya lunak atau lapuk, berlainan dengan bagian- bagian kayu sekitarnya.
Pengaruh mata kayu :

  1. Mengurangi sifat keteguhan kayu. Hal ini terjadi karena serat mata kayu relatif tegak lurus serat batang pohon. Sedangkan keteguhan tegak lurus serat lebih rendah dibandingkan dengan keteguhan sejajar serat. Disamping itu pula serat – serat di sekeliling mata kayu tidak teratur.
  2. Menyulitkan pengerjaan karena kerasnya penampang mata kayu (mata kayu sehat/mata hidup).
  3. Mengurangi keindahan permukaan kayu.
  4. Menyebabkan lubangnya lembaran – lembaran finir.