Jumat, 18 Juni 2010 0 komentar By: obet

Selamat Tinggal Asrama TPB Tercinta

Hampir setahun sudah Obet tinggal di Asrama Mahasiswa TPB IPB bersama rekan-rekan seangkatan dan Senior Residence (SR). Pengalaman diawal waktu Obet tinggal di Asrama tidaklah sebaik saat berpisah meninggalkannya. Awal pertama pindah sekitar tanggal 30 Juni 2009, dimana pada saat itu baru ada sekitar 3 orang yang tinggal dalam satu lorong sebelum keesokan harinya berdatangan lagi Mahasiswa yang lain dari daerah Jabotabek Teman baru, sahabat baru, keluarga baru, pengalaman baru dan relasi baru. Itulah sedikit gambaran hal-hal yang Obet dapatkan di Asarama TPB. Semuanya begitu indah saat dilakukan bersama-sama dengan keberagaman yang ada.

Hidup dalam keberagaman tidaklah mudah, banyak hal yang harus tetap dijunjung tinggi, seperti saling menghargai dan menghormati antar penghuni. Salah sedikit bisa berakibat fatal. Ada pepatah yang mengatakan bahwa 'Dimana Bumi di pijak, disitu langit dijunjung'. Itulah yang mendasari obet bisa tetap bertahan menghadapi suasan asrama yang mungkin terasa serba terbatas. Namun, itu semua dapat diatasi dengan kebersamaan obet dan rekan selorong di gedung C2 lorong 1 (ARLOJI).
Rabu, 02 Juni 2010 0 komentar By: obet

Pembuatan Preparat dan Pengecatannya

Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jaweta, 1986; Dwidjoseputro, 1994; Assani, 1994).
Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna, serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Pelczar & Chan, 1986; Volk & Wheeler, 1993; Lim, 1998).
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna, subtrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Pewarnaan gram pertama kali mulai dikembangkan pada tahun 1884 oleh ahli histologi yaitu Cristian Gram (Cappuccino & Sherman, 1983).
Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus, basil, spirilum, dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte, 1990). Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Faktor-faktor yang mempengaruhi

Sebuah Harapan Kapada Ketua Angkatan THH 46

Setelah selama ini pemilihan ketua angkatan selalu tertunda akibat ketidakcocokan jadwal, akhirnya saat ini Keluarga THH 46 telah resmi memiliki seorang ketua. Tidak mudah utnuk menentukan siapa ketua diantara kami. Banyak sanggahan dan perdebatan-perdebatan seru saat pemilihan terjadi. Tapi tidak sampai menimbulkan tindakan anarkis ataupun tawuran kayak anak SMA. Hehehe . Acara pemilihannya dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2010 di pelataran Gymnasium IPB jam 17.00. Ketua angkatan itu bernama Farid Permana Putra, seorang manusia yang berasal dari Padang. Dengan ciri khas kacamatanya yang ternyata hanyalah hiasan belaka tanpa lensa. Katanya sih biar nggak mengantuk. Obet juga bingung kenapa begitu. Selain itu gayanya yang sering menggaruk kepala saat berbicara ini ternyata mampu membuat kami percaya untuk memilihnya menjadi ketua angkatan melalui musyawarah (kenapa bisa??). Karena poin-poin dibawahlah yang mampu menjelaskannya. Tapi sebenarnya garuk kepala itu bukanlah menjdi daya tarik bagi kami, terutama Obet. hahaha
Senin, 31 Mei 2010 0 komentar By: obet

Menjadi Apapun Dirimu

Menjadi seperti karang-lah, meski itu tak mudah. Sebab ia ‘kan menahan sengat sinar matahari yang garang. Sebab ia ‘kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia ‘kan melawan banyu yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan. Sebab ia ‘kan menahan hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya. Sebab ia ‘kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus. Sebab ia ‘kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.

Menjadi seperti pohon-lah, yang tinggi menjulang, meski itu tak mudah. Sebab ia ‘kan tetap tegar bara mentari yang terus menyala setiap siangnya. Sebab ia ‘kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab ia ‘kan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab ia ‘kan hujamkan akar yang kuat untuk menopang. Sebab ia ‘kan menahan gempita hujan yang merubuhkan. Sebab ia ‘kan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengenyangkan. Sebab ia ‘kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya. Sebab ia ‘kan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.

Menjadi seperti ikan paus-lah, meski itu tak mudah. Sebab dengan sedikit kecipakannya, ia ‘kan menggetarkan ujung sanudera. Sebab besar tubuhnya ‘kan menakutkan musuh yang coba mengganggunya. Sebab sikap diamnya ‘kan buat tenang laut dan seisinya.

Menjadi seperti elang-lah, dengan segala kejantanannya. Meski itu juga tak mudah. Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglang buana untuk
Sabtu, 29 Mei 2010 0 komentar By: obet

Outbond THH 46 Berlangsung Asik

Jumat (26/0510), Pagi ini adalah pagi yang Obet tunggu. Sebuah pagi dimana Obet harus bangun lebih awal dari biasanya, yaitu jam 5 sebelum matahari terbit. Sebagai panitia dari acara hari ini, Obet memang harus datang lebih awal dari yang lain untuk memperrsiapkan acara outbond tersebut. Outbond ini diadakan sebagai media bagi Mahasiswa THH 46 agar lebih kompak dan solid. Jam 6 mereka sudah berkumpul di depan Gymnasium. Mereka melakukan pemanasan untuk meregangkan otot-otot mereka sambil menunggu kawan-kawan yang lain. Dengan semua keceriaan yang mereka bawa dari kamar mereka masing-masing.

Sebuah kejadian menyeramkan di malam sebelum acara dimulai, obet ternyata terkena penyakit insomnia berat, Obet terpaksa harus berusaha agar bisa tidur dengan cukup agar bisa bangun tepat waktu. Obet melakukan kegiatan-kegiatan yang diharapkan akan mampu membuat mata Obet lelah dan tertidur, obet mulai dengan membaca buku yang selalu membuatnya mengantuk, yaitu buku kuliah seperti biologi dan kimia terlebih lagi kalukulus yang menyimpan roh jahat pencipta rasa ngantuk. Hehehe.. ^^  Tapi ternyata insomnia itu tidak kunjung hilang dari diri Obet. Lalu obet membuka laptop dan memulai untuk memainkan sebuah game yang diharapkan dari pancaran layarnya dapat mengantukan. Semua yang dilakukannya terasa sia-sia. Ternyata obet mulai bosan bermain dengan laptop. Lalu Obet mulai meletakkannya dan menyerah. Setelah apa yang Obet lakukan, obet mulai melirik jam yang ada di meja belajar, Obet merasa kaget karena ternyata jamnya itu mati dan Obet pun mengunakan handphone-nya untuk melihat jam. Obet merasa ngantuk setelah Obet berada di atas kasur yang bau apek itu.. Kasur yang selama hidupnya selalu mendapat curahan air segar yang obet berikan tiap malam atau bahasa kerennya itu ileerr.. ^^ Setelah dievaluasi Obet mulai merasa ngantuk setelah melihat jam di handphone-nya yang menunjukkan jam 3 pagi, jam dimana ayam bersiap untuk melakukan paduan suara menyambut pagi. Rupanya, jam di meja belajar memberikan sugesti kepada Obet tetap melakukan aktivitasnya tanpa rasa ngantuk. Namun saat Obet telah menyadarinya, Obet menglami ngantuk yang luar biasa. Hingga mengakibatkan Obet telat bangun nih ceritanya..Obet ga menyadari bahwa Obet ttetidur hingga jam 06.30 pagi. Padahal Obet telah membuat alarm pengingat agar Obet bangun pagi. Telah banyak sms yang diterima Obet pagi itu, tapi Obet ga menyadarinya. Obet baru terbangun setelah mendengar suara dering handphone. Tapi anehnya telepon itu bukanlah berasal dari teman-teman THH, tapi dari teman kelasku B15 yang menanyakan laporan biologinya. Walaupun begitu  Obet bersyukur ternyata Obet ga telat-telat bangettt..Masih ada yang lain yang lebih telat..Hahaha Obet langsung ngabur ke kamar mandi; gosok gigi dan cuci muka ala cowboy Amerika. Kebodohan yang berlanjut setelah mandi adalah Obet ga datang langsung ke tempat acaranya. Obet malah datang ke tempat bukan semestinya. Obet mengira teman-teman THH telah mobilisai menuju tempat outbond yang akan dilaksanakan. Semua itu menyebabkan acaranya ngaret hingga jam 7 pagi. Obet datang disambut dengan teriakan dan sorak sorai dari teman-teman “Huuu…Kok ketua acaranya telat?”...ckckckck