Hampir setiap hari di tiap langkah Obet menuju kampus, Obet meilhat Kantor Direktorat Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Institut Pertanian Bogor yang ramai oleh kerumunan mahasiswa yang hendak mengurus persyaratan pengajuan beasiswa. Dari Sabang sampai Merauke, mereka berlomba-lomba untuk meraih beasiswa yang disediakan. Beasiswa yang tersedia saat ini berasal dari Karya Salemba Empat (KSE). Beasiswa tersebut disediakan bagi seluruh mahasiswa program S1 tahun kedua atau semester 3 dari beberapa universitas negeri di Indonesia , seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Beasiswa diberikan dalam bentuk tunjangan belajar sebesar Rp 500.000/bulan selama satu tahun ajaran (2 semester) dan program keterampilan lainnya seperti pelatihan kewirausahaan, jurnalistik dan leadership. Hingga 27 Mei 2010 telah tercatat sekitar 2000 pendaftar dari mahasiswa TPB IPB. Hal ini membuktikan betapa antusiasnya
kisah yang berakar dari kehidupan
Janin dalam Segelas Koktail
Janin dalam segelas koktail? Jangan berpikir seram dulu. Ini "gaya" Italia untuk memperingatkan perempuan tentang bahaya konsumsi alkohol selama hamil. Negeri Pizza itu meluncurkan kampanye penyadaran berupa poster bergambar janin di dalam gelas koktail.
Kampanye baru itu memperlihatkan janin dalam posisi meringkuk di dasar gelas, di bawah es batu dan sepotong irisan jeruk. Iklan kampanye itu membawa pesan sederhana, "Ketika seorang ibu minum alkohol, bayinya pun akan minum alkohol juga."
Peringatan kesehatan itu telah diluncurkan di wilayah timur laut Veneto. Iklan itu akan tampak di bus-bus, di papan iklan, serta toilet perempuan di bar, restoran, dan klub malam.
Kampanye baru itu memperlihatkan janin dalam posisi meringkuk di dasar gelas, di bawah es batu dan sepotong irisan jeruk. Iklan kampanye itu membawa pesan sederhana, "Ketika seorang ibu minum alkohol, bayinya pun akan minum alkohol juga."
Peringatan kesehatan itu telah diluncurkan di wilayah timur laut Veneto. Iklan itu akan tampak di bus-bus, di papan iklan, serta toilet perempuan di bar, restoran, dan klub malam.
Motor Dilarang Pakai Premium Lagi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan opsi pelarangan BBM bersubsidi bagi sepeda motor muncul karena jumlahnya yang tidak terkendali sehingga penggunaan BBM bersubsidi terus melonjak.
Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menjelaskan opsi pelarangan penggunaan premium bagi kendaraan roda dua itu merupakan opsi yang paling akhir muncul dalam rapat pembahasan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.
Rapat itu dihadiri oleh perwakilan BPH Migas, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) serta Ditlantas POLRI.
Opsi ni hanyalah wacana belaka. Belum ada keputusan resmi atas pernyataan ini.
Menurut Tubagus, opsi itu muncul karena jumlah kendaraan bermotor di tanah air yang terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan jumlah konsumsi BBM bersubsidi.
Saat ini rata-rata konsumsi premium setiap kendaraan sekitar 2 liter per hari. Dengan jumlah sepeda motor sebanyak 35 juta unit maka dalam sehari konsumsi BBM bersubdisi bisa mencapai 70 juta liter.
"Memang pertumbuhan jumlah sepeda motor itu cukup tinggi yaitu sekitar 5-6 persen per tahun," katanya.
Selain opsi itu, Tubagus menyatakan ada sejumlah opsi lainnya yang muncul dalam rapat tersebut. Opsi lainnya yaitu hanya kendaraan pelat kuning atau kendaraan umum yang boleh menggunakan BBM bersubsidi serta melarang mobil pribadi yang diproduksi di atas tahun 2007 untuk menggunakan premium.
"Ada juga opsi lainnya. Tapi semuanya masih dibahas dan belum diputuskan secara final," ungkapnya.
Tubagus menambahkan, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di tanah air memang harus dilakukan karena jika tidak dibatasi maka konsumsi BBM bersubsidi akan membengkak menjadi 40,1 juta kiloliter. Sementara kuota yang sudah ditetapkan dalam APBN-P 2010 yaitu 36,5 juta kiloliter.
Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi premium pada tahun ini akan meningkat sekitar 9,34 % menjadi 23,3 juta KL dari realisasi penyaluran BBM pada tahun 2009 sebesar 21.218.838 KL. Sedangkan konsumsi solar akan naik sebesar 8,22 % dari 12.104.723 KL pada tahun 2009 menjadi 13,1 juta KL pada 2010.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah akan turun 17,28 % dari realisasi konsumsi minyak tanah pada tahun 2009 sebesar 4.593.579 KL menjadi 3,8 juta pada tahun 2010.
Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menjelaskan opsi pelarangan penggunaan premium bagi kendaraan roda dua itu merupakan opsi yang paling akhir muncul dalam rapat pembahasan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.
Rapat itu dihadiri oleh perwakilan BPH Migas, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) serta Ditlantas POLRI.
Opsi ni hanyalah wacana belaka. Belum ada keputusan resmi atas pernyataan ini.
Menurut Tubagus, opsi itu muncul karena jumlah kendaraan bermotor di tanah air yang terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan jumlah konsumsi BBM bersubsidi.
Saat ini rata-rata konsumsi premium setiap kendaraan sekitar 2 liter per hari. Dengan jumlah sepeda motor sebanyak 35 juta unit maka dalam sehari konsumsi BBM bersubdisi bisa mencapai 70 juta liter.
"Memang pertumbuhan jumlah sepeda motor itu cukup tinggi yaitu sekitar 5-6 persen per tahun," katanya.
Selain opsi itu, Tubagus menyatakan ada sejumlah opsi lainnya yang muncul dalam rapat tersebut. Opsi lainnya yaitu hanya kendaraan pelat kuning atau kendaraan umum yang boleh menggunakan BBM bersubsidi serta melarang mobil pribadi yang diproduksi di atas tahun 2007 untuk menggunakan premium.
"Ada juga opsi lainnya. Tapi semuanya masih dibahas dan belum diputuskan secara final," ungkapnya.
Tubagus menambahkan, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di tanah air memang harus dilakukan karena jika tidak dibatasi maka konsumsi BBM bersubsidi akan membengkak menjadi 40,1 juta kiloliter. Sementara kuota yang sudah ditetapkan dalam APBN-P 2010 yaitu 36,5 juta kiloliter.
Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi premium pada tahun ini akan meningkat sekitar 9,34 % menjadi 23,3 juta KL dari realisasi penyaluran BBM pada tahun 2009 sebesar 21.218.838 KL. Sedangkan konsumsi solar akan naik sebesar 8,22 % dari 12.104.723 KL pada tahun 2009 menjadi 13,1 juta KL pada 2010.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah akan turun 17,28 % dari realisasi konsumsi minyak tanah pada tahun 2009 sebesar 4.593.579 KL menjadi 3,8 juta pada tahun 2010.
Ambisi Indonesia Jadi Produsen Produk Organik Terbesar di Dunia??
Jakarta - Indonesia menargetkan bisa menjadi produsen produk pertanian organik (non kimia) terbesar di dunia. Potensi pertanian Indonesia sangat besar, diharapkan bisa menyuplai pangan ke dunia.
"Diharapkan Indonesia menjadi produsen organik terkemukan di dunia, feed the world," kata Menteri Pertanian Suswono dalam acara pembukaan Agro & Food Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (27/5/2010).
Suswono menambahkan pengembangan produk pertanian organik sudah dicanangkan sejak tahun 2001 lalu. Hal ini sangat penting karena kampanye-kampanye negatif terkait persoalan lingkungan cukup menjadi isu penting di era tuntutan global saat ini.
"Untuk menjamin produk itu organik maka perlu disertifikasi. Ini untuk meningkatkan kepercayaan pasar," katanya.
Suswono juga mengatakan pengembangan produk organik, tidak terlepas juga terhadap tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian di antaranya memenuhi keamanan untuk dikonsumsi, memenuhi nutrisi yang tinggi, dan ramah lingkungan.
"Sudah ada 7 lembaga sertifikasi (produk organik di Indonesia), saya harapkan tetap menjaga kredibiltasnya. Jangan sampai mengejar tuntutan mendapatkan keuntungan lalu mengambaikan ketentuan yang ada. Jadi harus menjaga kredibilitas," serunya.
"Diharapkan Indonesia menjadi produsen organik terkemukan di dunia, feed the world," kata Menteri Pertanian Suswono dalam acara pembukaan Agro & Food Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (27/5/2010).
Suswono menambahkan pengembangan produk pertanian organik sudah dicanangkan sejak tahun 2001 lalu. Hal ini sangat penting karena kampanye-kampanye negatif terkait persoalan lingkungan cukup menjadi isu penting di era tuntutan global saat ini.
"Untuk menjamin produk itu organik maka perlu disertifikasi. Ini untuk meningkatkan kepercayaan pasar," katanya.
Suswono juga mengatakan pengembangan produk organik, tidak terlepas juga terhadap tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian di antaranya memenuhi keamanan untuk dikonsumsi, memenuhi nutrisi yang tinggi, dan ramah lingkungan.
"Sudah ada 7 lembaga sertifikasi (produk organik di Indonesia), saya harapkan tetap menjaga kredibiltasnya. Jangan sampai mengejar tuntutan mendapatkan keuntungan lalu mengambaikan ketentuan yang ada. Jadi harus menjaga kredibilitas," serunya.
SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Langganan:
Postingan (Atom)